Renungan Masa Lalu
Dalam refleksi renungan masa lalu ini, peserta diajak untuk mencoba membayangkan kembali berbagai hal yang telah dijalani, terutama kondisi-kondisi dari kesalahan yang telah diperbuat sebelum pelaksanaan pelatihan. Ungkapannya adalah sebagai berikut :
“Cobalah kita bayangkan bersama bagaimana keadaan kita sebelum berada disi, untk menjaga kebahagian kita dan orang-orang tercinta yang berada disekitar kita, apakah kita sudah berbuat yang terbaik untuk mereka ? kita bekerja disebuah perusahaan, dimana tempat kita untuk mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup guna untuk mencapai dan mempertahankan sebahagian dari kebahagiaan yang kita miliki.
Apakah kita sudah menjaga, mempertahankan dan memelihara perusahaan tersebut dengan memberikan kontribusi yang baik dengan menunjukkan prilaku kita yang baik pula ? yang bisa membawa kita pada perbaikan kualitas hidup kita ? ataukah kita telah merusak perusahaan tersebut dengan prilaku yang dapat merugikan perusahaan tersebut ?
Saat ini mari kita mencoba membuka lembar catatan masa lalu kita satu persatu. Karena kita yakin tiada yang tahu terhadap apa yang telah kita perbuat, kecuali diri kita sendiri dan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala-galanya.
Kita harus menyadari, bahwa tiada manusia yang sempurna dimuka bumi ini. Sehingga selama ini kita pasti punya kesalahan yang kita sadari atau tidak kita sadari.
Mungkin kita sering tidak disiplin, datang kekantor sering terlambat, menyelesaikan tugas kantor tidak pada waktunya. Mungkin kita sering berbuat malas, tidak pengerjakan tugas dengan berbagai alasan. Mungkin juga kita sering berbuat tidak jujur, suka mencuri waktu kerja dengan menggunakan waktu kerja untuk hal-hal yang seharusnya dilakukan diluar pekerjaan, suka membohongi teman, terbiasa memberikan laporan palsu pada atasan karena ingin selalu dipuji.
Atau mungkin juga kita selalu terjebak pada persaingan yang tidak sehat dalam lingkungan pekerjaan kita, kita terbiasa menjatuhkan teman sekerja, tidak mau mengingatkan dan memperbaiki kesalahan teman, saling menusuk dari belakang, tidak mau bekerja secara kelompok.
Kita harus tahu dan sadar bahwa setiap prilaku yang salah dari apa yang telah kita perbuat akan dapat merugikan diri sendiri dan perusahaan. Bahkan bisa menghancurkan diri sendiri dan perusahaan pula. Sehingga dari kesalahan-kesalahan tersebut akan dapat mengakibatkan hilangnya kebahagian kita dan orang-orang tercinta yang ada disekitar kita.
Oleh karena itu sudah saatnya kita harus berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah dan merugikan tersebut dimasa yang akan datang.”
Setelah ungkapan itu selesai diungkapkan oleh pimpinan perusahaan maka langsung dilanjutkan oleh tim pelatih kembali. Pada sesi renungan masa sekarang.
Penetapan Masa Sekarang
Dalam refleksi penetapan masa sekarang sekarang ini peserta diajak untuk mebuat komitmen dalam diri peserta masing-masing untuk dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik.
Dan contoh ungkapan yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :
“Saat ini, kami telah menjalani pelatihan bersama dalam upaya untuk merubah prilaku dari kami yang kurang baik dan dapat merugikan diri sendiri maupun perusahan. Pelatihan ini kami jalankan sebagai wujud dari kami untuk menginginkan adanya perubahan dari dalam diri kami.
Kami mencoba berlatih mulai dari mengenal kembali pribadi kami dan pribadi orang – orang disekitar kami, serta mencoba mengenal kembali lingkungan dimana tempat kami bernaung untuk berkarya dan mencari nafkah.
Setelah kami dapat mengenal pribadi kami dengan baik, mengenal pribadi yang ada disekitar kami dan mengenal lingkungan kami. Maka kami mencoba untuk dapat membentuk pribadi kami menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dengan bersusah payah kami berusaha untuk menemukan sebuah pandangan dalam kehidupan kami. Kami menyadari bahwa dalam kehidupan ini Tuhan telah memberikan pilihan kepada hamba – hamba Nya dengan segala bentuk konsekuensi yang ditimbulkan dari pilihan tersebut. Dan dalam pilihan kami tersebut, kami selalu menginginkan segala hal yang terbaik bagi kami. Pilihan yang dapat memberikan kebaikan bagi kami sehingga dapat menimbulakan rasa kebahagiaan bagi kami dan orang - orang yang tercinta dari kami serta orang – orang yang berada disekitar kami. Yang pada akirnya pilihan tersebut dapat kami tentukan juga.
Setelah pilihan tersebut telah kami tentukan, maka kami mencoba untuk lebih meyakinkan pada diri kami bahwasannya pilihan yang telah kami pilih adalah tepat bagi kami. Sehingga kami bisa memutuskan bahwasannya pilihan tersebut layak dan patut untuk diperjuangkan dan dipertahankan.
Untuk bisa melakukan itu semua, kami telah mencoba membangun kemauan dalam diri kami dengan tetap berkata tiada yang tidak mungkin di dunia ini. Kemauan itu sebagai wujud dari dorongan awal untuk menyatakan bahwasannya kami akan berubah menjadi lebih baik.
Dari kemauan kuat yang telah kami dapatkan, kami telah mencoba untuk lebih memantapkan hati kami untuk lebih dapat meyakinkan pada diri kami bahwa apa yang telah kami pilih adalah hal yang benar – benar tepat untuk dilakukan. Artinya apapun yang telah saya putuskan saya siap untuk menerima dan menghadapi segala konsekuensi logis yang ditimbulkan dari keputusan telah yang saya ambil. Karena segala sesuatunya telah saya pikirkan dan pertimbangkan dengan masak – masak.
Sehingga dengan kemantapan hati tersebut kami siap untuk menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Ibaratnya saya telah bernadzar, maka saya punya keyakinan penuh untuk dapat mewujudkan segala hal yang telah saya putuskan dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Dan mulai saat ini dan selanjutnya saya akan menjadi pribadi baru yang terbentuk karena adanya evolusi yang saat ini telah terjadi dalam diri kami.
Dan kami berharap semoga Tuhan selalu meridloi kami dan tetap memberikan petunjuk bagi kami, untuk tetap menjadi pribadi yang selalu menjaga dan meningkatkan segala kebaikan yang akan dapat membawa kami pada kebahagiaan kami, kebahagiaan orang-orang yang kami cintai dan kasihi, serta orang-orang yang ada disekitar kami.”
Setelah ungkapan itu selesai diungkapkan oleh tim pelatih maka langsung dilanjutkan pada sesi renungan masa depan yang disampakan oleh pimpinan perusahaan kembali.
Bayangan Masa Depan
Dalam refleksi penetapan masa depan ini peserta diajak untuk membangun dorongan dalam diri peserta masing-masing untuk dapat melaksanakan segala bentuk komitmen guna menunjang keberhasilan dari visi dan misi perusahaan dimasa akan datang.
Sehingga apabila visi dan misi perusahaan dapat tercapai maka perusahaan akan menjadi lebih maju dan berkembang. Dan dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada perusahaan akan dapat memajukan dan meningkatkan kualitas hidup dari seluruh komponen yang ada didalamnya.
Untuk itu dalam refleksi bayangan masa depan ini akan banyak membangun harapan – harapan positif yang diyakini akan dapat terwujud dengan baik. Sebagaimana agama mengajarkan bahwa “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri”.
Dan contoh ungkapannya adalah sebagai berikut :
“Kita telah berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik, kita telah berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan yang telah kita perbuat dimasa lalu. Sehingga dimasa yang akan datang kita akan dapat berbuat menjadi seorang pribadi yang unggul, tangguh, berwibawa, punya komitmen tinggi, punya integritas dan kapabilas dibawah panji-panji kebesaran perusahaan yang akan selalu berkibar sepanjang masa.
Kita akan mengawal setiap langkah perusahaan yang akan membawa kita semua pada keberhasilan, melalu visi dan misi yang telah ditetapkan.
Kita merasa yakin bahwa apabila perusahaan menjadi maju, maka kita juga pasti akan maju. Perusahaan menjadi berkembang, maka kita juga akan berkembang. Perusahaan semakin untung maka, kita juga akan semakin makmur.
Dengan segala bentuk kebaikan yang saat ini kita dapatkan dan dengan segala keyakinan yang kita bangun maka kita berkomitmen untuk tetap mempertahankan segala bentuk kebaikan yang ada dan akan menghancurkan segala bentuk kejelekan yang telah terjadi.
Semoga Tuhan selalu bersama kita, membimbing kita, dan mengabulkan setiap harapan – harapan kita dengan segala bentuk kebaikan yang telah kita miliki saat ini. Amin ya Robbal ‘alamin”.






0 komentar:
Posting Komentar